The Apprentice: ONE Championship terapkan protokol kesehatan ketat

  • Bagikan

Saya adalah orang yang suka berpetualang, jadi secara mental, saya selalu siap untuk petualangan apapun, termasuk ‘The Apprentice: ONE Championship Edition.’

Jakarta (OLEHKABAR) – Serial reality show “The Apprentice: ONE Championship Edition” yang sedianya ditayangkan 18 Maret selain menguji pesertanya dalam hal bisnis juga ada tantangan fisik sehingga demi kelancaran program tersebut pihak penyelenggara menerapkan protokol kesehatan ketat.

“ONE Championship dan Refinery Media bekerja secara ekstensif dengan pemerintah Singapura, khususnya Singapore Tourism Board (STB) dalam menyusun serangkaian protokol kesehatan dan medis untuk menjaga para peserta, kru, dan tamu agar semuanya relatif aman dari paparan COVID-19 karena mereka memfilmkannya di berbagai lokasi ikonik di Singapura,” demikian pernyataan resmi ONE Championship, Jumat.

Pendiri Refinery Media, Karen Seah mengatakan The Apprentice: ONE Championship Edition” bakal menawarkan pengalaman yang sama sekali baru kepada penonton dan dinilai berbeda dengan versi di Amerika Serikat. Ada 16 peserta perwakilan dari seluruh dunia yang terlibat dalam program dengan hadiah 250 ribu dolar AS itu.

Baca juga: The Apprentice: ONE Championship Edition hadirkan CEO ternama

“Itu sangat sulit tentu saja, dan tanggung jawab tinggi di pundak kami untuk memastikan kami melakukannya dengan benar. Produksi tersebut adalah yang terbesar di kawasan ini pada saat itu, dan kami harus memastikan bahwa kami menetapkan standar keselamatan, ” kata Seah.

“Kami semua harus memakai masker dan APD lainnya, terutama tim kameraman dan tim suara di bawah terik suhu yang sangat panas, dan terkadang berlari dengan kontestan. Aturan seperti ini berlaku untuk kami, tetapi tidak untuk orang biasa yang pergi joging atau berolahraga. Kelihatannya sangat sulit, tapi kami perlu mengesampingkan ketidaknyamanan kami untuk memastikan pertunjukan itu diproduksi,” kata Seah menjelaskan.

Hype yang luar biasa telah menyelimuti “The Apprentice: ONE Championship Edition” sejak diumumkan pada awal 2020. Promosi seni bela diri menggembar-gemborkan versi pertunjukan ini sebagai “Apprentice” terberat dalam sejarah, dan Seah yakin bahwa ONE dan Refinery Media telah memiliki kumpulan produk menarik yang akan menghibur banyak orang.

Baca juga: Paulina wakil Indonesia di The Apprentice: ONE Championship Edition

“DNA olahraga ONE Championship telah memberi kami sudut pandang yang luar biasa untuk menampilkan format yang sama sekali berbeda dari Apprentice ‘lama’ yang kami kenal. Dikombinasikan dengan Chatri [Sityodtong] yang menjadi pembawa acara pada acara itu, saya tahu saya benar-benar dapat menembus batas dan melakukan sesuatu yang sangat menarik dan berbeda. Saya sangat yakin itu akan menjadi formula kemenangan,” pungkas Seah.

Pada “The Apprentice: ONE Championship Edition” Indonesia mengirimkan satu wakil yaitu Paulina Purnomowati yang merupakan pemegang gelar MBA dalam Bisnis Internasional & Pemasaran dari Northeastern University di Boston, Massachusetts. Dia memiliki pengalaman yang luas dalam bisnis setelah memegang posisi kepemimpinan kunci di beberapa perusahaan besar.

Paulina Purnomowati mengaku jiwa petualang yang dimiliki menjadi modal untuk mengarungi ketatnya reality show yang menggabungkan kemampuan fisik serta tantangan bisnis itu.

“Saya adalah orang yang suka berpetualang, jadi secara mental, saya selalu siap untuk petualangan apapun, termasuk ‘The Apprentice: ONE Championship Edition.’ Selain itu, saya juga bermeditasi,” kata Paulina.

Baca juga: Cerita peserta Indonesia di “The Apprentice: ONE Championship Edition”

“Saya melakukannya dalam bentuk meditasi sederhana dan meditasi tari. Ini membantu saya menjadi tenang dan solid dari dalam dan percaya diri. Ini benar-benar kunci bagi saya untuk mengawali hari ini.” pungkas Paulina.

Pada The Apprentice: ONE Championship Edition”, selain harus menghadapi ahli-ahli binis, peserta juga akan menghadapi tantangan dari mantan maupun juara seni beladiri seperti mantan jawara bela diri seperti Georges St-Pierre dan Renzo Gracie, mantan Juara Dunia ONE Welterweight Ben Askren, Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon Vera.

Berikutnya Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Angela Lee, Juara ONE Flyweight World Grand Prix Demetrious Johnson, Juara Gulat India Ritu Phogat, Juara Dunia Karate Sage Northcutt, dan Juara Dunia ONE Women’s Strawweight Xiong Jing Nan.

Baca juga: Jiwa petualang modal Paulina di The Apprentice: ONE Championship

 

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © OLEHKABAR 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *