Tahun Ini Harga Sembako Aman, Awas Tahun Depan ‘Terbang’!

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, Oleh Kabar – Harga pangan dunia bergerak naik, menyebabkan risiko tekanan inflasi. Sekarang mungkin belum terasa, tetapi kala ekonomi sudah bangkit lihat saja…

Pada Januari 2021, indeks harga pangan keluaran Organisasi Pangan Dunia (FAO) berada di 113,26. Ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2014.



Seluruh kelompok pangan membukukan kenaikan. Skor tertinggi diperoleh minyak hewani dan nabati yaitu 138,79.


Di dalam negeri, harga sejumlah pangan pun bergerak ke utara. Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, harga cabai rawit merah melonjak 20,99% dalam sebulan terakhir. Sementara harga daging ayam ras naik 1,17%, bawang putih ukuran sedang naik 4,09%, dan daging sapi kualitas 2 naik tipis 0,17%.


Tekanan inflasi domestik dari harga pangan mulai terkerek naik. Mengikuti indeks harga pangan FAO, Indeks Harga Konsumen (IHK) komponen harga yang bergejolak pun terangkat. Lajunya melebihi komponen inti dan harga yang diatur pemerintah.


Meski ada tren kenaikan harga, tetapi dunia usaha tidak bisa semena-mena mengatrol harga di tingkat konsumen. Sebab, permintaan masih sangat lemah. Menaikkan harga, apalagi kalau terlalu tinggi, tentu akan menjadi bumerang. Barang menjadi tidak laku karena daya beli rakyat lemah.

Kelesuan permintaan domestik terlihat dari laju inflasi inti yang terus melambat. Inflasi inti berisi barang dan jasa yang harganya persisten, susah naik-turun. Jadi kalau harga yang susah bergerak saja sampai turun, maka artinya dunia usaha tidak punya pilihan selain menurunkan harga untuk mengikuti lemahnya permintaan.


Halaman Selanjutnya –>┬áKapan Harga Sembako Naik?

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *