Prancis Perpanjang Operasional 32 Reaktor Nuklir Tertua

  • Bagikan

Jakarta, Oleh Kabar – Otoritas Keselamatan Nuklir Prancis setuju memperpanjang masa operasi 32 reaktor nuklir tertua selama 10 tahun menjadi 50 tahun.

Perusahaan listrik milik negara yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Electricite de France (EDF), bertugas untuk memastikan keselamatan reaktor yang sebelumnya direncanakan bakal beroperasi selama 40 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, lembaga tersebut menyebut bahwa berdasarkan perencanaan EDF, “membuka prospek kelanjutan pengoperasian reaktor ini selama sepuluh tahun ke depan,” sebagaimana dilansir dari AP News, Jumat (26/02/2021).


Sebanyak 70% listrik Prancis selama ini dipenuhi dari energi nuklir, tertinggi dari negara manapun. Prancis juga berencana mengurangi proporsi PLTN menjadi 50% pada 2023 dengan cara mendorong pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Pada tahun lalu Prancis menutup pembangkit nuklir tertuanya di Fessenheim, di daerah perbatasan dengan Jerman, yang telah memasok listrik sejak 1977. Pemerintah pun telah mengumumkan rencana untuk menutup 12 reaktor lainnya lagi.

Sebagian besar reaktor nuklir dibangun pada 1980-an, yang berarti mereka bisa ditutup pada 2030-an. Rencana perpanjangan masa operasi PLTN mendapatkan kritik dari Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Svenja Schulze.

Dia mengaku menghormati prinsip kedaulatan energi nasional. Meski demikian, dia mengaku prihatin dengan rencana perpanjangan masa operasi PLTN ini.

“Saya sangat prihatin dengan perpanjangan masa ‘pensiun’ pembangkit listrik tenaga nuklir Eropa, termasuk reaktor tua Prancis,” kata Svenja Schulze.

Jerman secara bertahap menghentikan pembangkit listrik tenaga nuklirnya pada akhir 2022, keputusan yang diambil setelah bencana Fukushima di Jepang sepuluh tahun lalu.

[Gambas:Video OlehKabar.com]

(wia)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *