Ormas Keagamaan Berperan Atasi Dampak Banjir Jakarta

  • Bagikan

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Syamsul Maarif mengatakan ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah perlu dilibatkan pemerintah untuk menanggulangi banjir di ibu kota, yang sudah terjadi sejak beberapa hari ini.

 

Kiai Syamsul berasumsi, masyarakat akan lebih taat kepada para guru atau kiai daripada pemimpin formal. Misalnya, dalam persoalan menjaga lingkungan dan kebersihan di Jakarta. Ia meminta agar pemerintah tidak perlu malu-malu untuk mengajak ormas keagamaan bersama menjaga kebersihan lingkungan.

 

Sebab, dalam menjaga lingkungan, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan menggunakan pendekatan dalil aqli tetapi juga harus digunakan dalil naqli. Artinya, agama juga mengajarkan soal kebersihan dan menjaga lingkungan dari kerusakan. 

 

“Jadi soal fiqih lingkungan itu, masyarakat perlu dikasih tahu. Tidak semata ibadah saja, tapi juga di dalam agama juga diatur tentang fikih lingkungan. Kalau lingkungannya baik dan sama-sama menjaga lingkungannya saya kira banjir itu bisa diminimalisasi,” ungkap Kiai Syamsul, Ahad (21/2).

 

Menurutnya, salah satu penyebab banjir, di samping memang kiriman air dan hujan deras, tetapi antara lain masyarakat sendiri yang memang berperilaku kurang menjaga kebersihan lingkungan. “Membuang sampah sembarangan, tidak pernah kerja bakti. Kalau di kampung-kampung kan pada kerja bakti. Tapi di Jakarta ini sulit sekali,” imbuhnya.

 

Ia menilai pemerintah juga kurang menyatu dengan masyarakat. Ia mendorong Pemprov DKI untuk komunikatif dan kooperatif dengan para tokoh masyarakat yang ada di Jakarta. 

 

“Nggak usah malu, bareng-bareng saja. Jangan hanya (melibatkan) ormas-ormas Karang Taruna atau yang terkait dengan struktur pemerintah gitu. Tapi ormas-ormas (keagamaan) ini penting karena punya umat dan bisa menjelaskan apa artinya menjaga lingkungan serta kesadaran saling tolong menolong,” tegasnya.

 

“Jadi saya kira, tolong itu Gubernur (Anies Baswedan) komunikasi dengan tokoh-tokoh ormas keagamaan. Gubernur DKI ini saya melihat kita mau audiensi saja sudah dua kali ngajuin surat, dibaca atau tidak saya tidak mengerti. Jadi memang secara administrasi, gubernur atau pegawai-pegawainya itu,” tambah Kiai Syamsul.

 

Padahal, lanjutnya, kepada pemerintah terdapat banyak hal yang bisa dikomunikasikan. Tidak hanya soal banjir, tetapi juga terkait dengan keamanan dan penanggulangan Covid-19 seperti penggunaan masker serta menjaga jarak atau menghindari kerumunan. 

 

“Anjuran-anjuran atau imbauan seperti itu kan efektif kalau yang bicara para guru, ustadz-ustadz, dan kiai-kiai. Gubernur DKI tidak pernah mengajak para kiai di Jakarta untuk berkomunikasi mengenai berbagai persoalan itu. Saya nggak tahu kalau dengan yang lain mengajak ya. Tapi dengan NU, Gubernur sama sekali tidak pernah melibatkan NU dan Muhammadiyah,” beber Kiai Syamsul. 

 

Ia juga menuturkan, Pemprov berbeda dengan Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) Metro Jaya yang selalu kooperatif dan komunikatif dengan NU. Dengan demikian, semua jajaran di bawah Kapolda, yakni kapolres-kapolres selalu melakukan kerja sama dengan PWNU DKI Jakarta dalam berbagai hal.

 

Sebelumnya, beberapa wilayah di DKI Jakarta terendam banjir. Beberapa titik yang paling parah adalah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara; Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Pusat; di bilangan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur; dan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Sementara di daerah Jakarta Selatan, banjir merendam kawasan Kalibatan dan Pesanggrahan. 

 

Sebagai upaya melakukan aksi kemanusiaan, NU Peduli Jakarta di setiap cabang turun untuk membuat posko penanggulangan banjir. Relawan NU yang didominasi oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) turun ke rumah-rumah warga, baik itu melakukan proses evakuasi maupun membagikan makanan siap saji kepada masyarakat yang tetap bertahan di rumah atau tidak mengungsi. 

 

Sebagian titik di wilayah DKI Jakarta terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak semalam. Untuk membantu memberikan pelayanan terbaik kepada korban banjir, hampir semua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) turun untuk membuka posko.

 

Beberapa aksi kemanusiaan Banser di Jakarta diunggah melalui akun Instagram resmi GP Ansor. Selain itu, Pimpinan Pusat GP Ansor juga membuka penggalangan dana melalui platform Kitabisa. Hingga kini, penggalangan dana sudah terkumpul hampir Rp17 juta yang didonasikan oleh 132 donatur, dari target Rp1 miliar.

 

Target penggalangan donasi dengan judul ‘100 Dapur Umum Banser untuk Indonesia’ itu sampai 46 hari lagi. Bagi para donatur yang ingin berdonasi membantu meringankan warga terdampak bencana, bisa diakses melalui tautan https://kitabisa.com/campaign/dapurumumbanser.

 

Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Kendi Setiawan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *