NU Lengkong: Harlah Ke -16 LAZISNU, Momentum untuk Bangkit

  • Bagikan
banner 468x60

Lengkong | OlehKabar.com – Semarak Harlah ke-95 NU dan Harlah ke-16 NU Care – LAZISNU dirasakan oleh banyak Nahdliyyin di Indonesia tak terkecuali Kabupaten Nganjuk. Namun berhubung masih adanya ancaman bahaya Covid-19, peringatan Harlah NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lengkong  dilaksanakan sederhana dengan pemotongan tumpeng pada Sabtu (13/2).

Dihadapan hadirin, Ketua Tanfidizyah MWCNU Lengkong,  Kiai Sholahudin menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan, terutama di NU Care –Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lengkong. Sebab, transparansi akan menimbulkan kepercayaan di kalangan masyarakat sehingga mereka tetap menitipkan zakat dan sedekahnya kepada LAZISNU.

“Kepercayaan itu modal utama bagi lembaga yang diamanahi uang masyarakat,” ujarnya.

Menurut Gus Sholah, sapaan akrabnya, keterbukaan pengelolaan keuangan merupakan suatu keniscayaan bagi sebuah lembaga yang menampung uang dari masyarakat. Sebab, para muzakki dan dermawan menginginkan agar uangnya benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

“Karena itu, agar LAZISNU semakin kencang mari kita bangkit, kompak dan bersatu serta berpartisipasi dalam sosialisasi program lembaga zakat, infak dan shadaqah milik NU ini,” ajaknya.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua LAZISNU Lengkong Moh. Ismail, meminta kepada semua pengurus LAZISNU mulai dari tingkat cabang hingga Ranting NU untuk bangkit, kompak dan bersatu serta berpartisipasi dalam sosialisasi program lembaga zakat milik NU tersebut.

“Mari kita jadikan Harlah ke-16 LAZISNU ini sebagai momentum untuk bangkit, meningkatkan manfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga transparansi,” pungkasnya.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Harlah ke-16 LAZISNU itu juga dihadiri oleh Sekretaris PC LAZISNU Nganjuk Moch. Masyhuri untuk memberikan semangat sekaligus berbagi pengalaman dalam mengelola zakat, sedekah dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Moch. Masyhuri mengamini keinginan Gus Sholah. Menurutnya, transparansi adalah ciri khas manajemen modern. Ujung dari semua itu adalah meningkatnya manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Harapan besarnya adalah kita atas nama NU bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Yang penting khoirunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya),”  pungkasnya.

Acara dimulai dengan pembacaan surat al-Fatihah untuk kejayaan NU, dilanjutkan pembacaan  Shalawat, sambutan-sambutan, Lomba menyanyikan Mars LAZISNU,  pemotongan tumpeng, dan diakhiri dengan santap makan bersama. Menunya adalah menu khas Indonesia yang  disiapkan oleh Kader Penggerak NU, dan sebagian makanan juga dibawa oleh pengurus NU lainnya.

Editor: Adnan Aly

Digiqole ad Digiqole ad

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *