Mengingat Pesan Sri Mulyani Soal Godaan Suap ke Petugas Pajak

  • Bagikan

Jakarta, Oleh Kabar – Hari ini, nama Kementerian Keuangan kembali tercoreng. Kali ini disebabkan oleh ulah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang diduga menerima suap.

Nilai suap yang diterima pun cukup besar hingga puluhan miliar rupiah seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya.

Tindakan ini tentu membuat malu Kementerian Keuangan. Padahal, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah berkali-kali mengingatkan seluruh pegawainya mengenai korupsi.


Peringatan pun berkali-kali disampaikan Sri Mulyani kepada pegawai Ditjen Pajak yang memang memiliki peran sangat penting dalam mengumpulkan pemasukan negara.

“Jadi jangan dikira godaan itu hanya ada di level tertentu, banyak hal bisa buat anda terpeleset. Tolong dijaga jangan sampai kalian tergoda. Terus jaga dan buat institusi kita bebas atau zero toleran untuk korupsi,” ujar Sri Mulyani beberapa waktu lalu saat memberikan arahan bagi pegawai baru Kemenkeu.

Namun, sepertinya arahan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini seperti sia-sia saja. Sebab, masih ada PNS nya yang melakukan tindakan kecurangan ini.

Simak, berikut lima nilai penting yang sering kali dipaparkan oleh Sri Mulyani dan harus dimiliki oleh setiap PNS Kemenkeu.

Pertama, integritas. Seorang bendahara negara harus mempunyai integritas yakni pendirian dan kepribadian yang tidak bisa digadaikan dengan apapun misalnya uang. Sehingga bisa menjauhkan para pengelola keuangan negara dari jurang korupsi.

Kedua, profesionalitas. Profesionalitas bisa terjadi jika mempunyai kompetensi. Jika memiliki kompetensi maka bisa menjalankan tugas dengan baik karena memiliki keahlian di bidangnya tersebut.

Ketiga, sinergi. Menurutnya Kementerian Keuangan memiliki banyak unit yang terhubung satu dan lainnya. Dengan demikian, sinergi menjadi suatu keharusan sehingga tercipta pengelolaan keuangan negara yang baik.

Keempat, pelayanan. Ia menjelaskan seorang pengelola keuangan negara harus memiliki sikap melayani. Melayani masyarakat yang belum tentu dihargai dan bahkan terkadang dimarahi karena dianggap kurang baik dan memuaskan.

Kelima, kesempurnaan. PNS Kemenkeu harus terus menerus berikhtiar menuju pada kesempurnaan.

[Gambas:Video OlehKabar.com]

(mij/mij)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *