Masyarakat Berbagai Daerah Terbantu Program Ketahanan LPBINU di Masa Covid-19

  • Bagikan

Jakarta, NU Online

Sejak bulan Juli 2020, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melaksanakan program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi (PKMM) Covid-19 dan Adaptasi Tatanan Baru.

 

Program PKMM Covid-19 yang dilaksanakan oleh LPBINU didukung oleh DFAT Australia melalui Siap Siaga Palladium menyasar sebanyak 10.910 keluarga di 121 RW, di 20 desa. Titik-titik penyaluran bantan mencakup Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Lombok Barat.

 

 

 

Ketua LPBINU M Ali Yusuf mengatakan program ini telah berhasil meningkatkan upaya pencegahan Covid-19 di level terkecil dan terbawah masyarakat, yaitu keluarga. Dimulai dengan upaya peningkatan pemahaman warga terkait Covid-19 melalui sosialisasi di rumah ibadah dan kampanye publik di lokasi-lokasi strategis serta dukungan fasilitas pencegahan Covid-19, ditambah SOP Pencegahan, SOP karantina dan penyediaan fasilitas karantina di tingkat RW.

 

“Selain itu, warga paling terdampak di daerah program juga mendapatkan bantuan paket bahan pokok makanan,” kata Ali Yusuf, Selasa (23/2).

 

Ali menambahkan, bagi para penerima manfaat yang berhalangan datang ke toko atau warung yang ditentukan (lansia, disabilitas, sakit, atau sedang isolasi/karantina), maka Pokja bersama pemilik toko atau warung mengantarkan langsung ke rumah mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

 

Pemberian bantuan paket bahan pokok ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak ekonomi selama Covid-19 sekaligus mengurangi risiko sosial yang berpotensi muncul akibat pandemi. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk mengisi gap bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dan pihak lain. Program ini diharapkan juga dapat mendukung penguatan ekonomi lokal karena benar-benar melibatkan warung dan tokol lokal.

 

Selain itu, pemberian bantuan ini menggunakan mekanisme Bantuan Non Tunai (BaNTu) dan digital yang selain transparan dan akuntabel juga lebih dapat menjamin terlaksananya protokol kesehatan. Warga dengan menerapkan protokol kesehatan datang ke toko lalu didata dan mencocokkan wajah menggunakan smartphone setelah itu paket bantuan bisa dibawa pulang dengan aplikasi DuitHape.

 

Tanggapan masyarakat

Program ini dinilai berdampak positif oleh pimpinan dan tokoh masyarakat di berbagai daerah. Ahmad Sholeh, Kepala Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya distribusi bantuan tersebut di wilayahnya.

 

“Dengan adanya program PKMM Covid-19 dan khususnya bantuan non tunai secara digital berupa sembako, warga Wirotaman sangat terbantu secara ekonomi dan sosial serta meningkatnya kepedulian warga terhadap pencegahan virus Covid-19 di lingkungan RW,” kata Ahmad Sholeh.


Begitu pun di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Anwar, Plt Kepala Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono saat menghadiri distribusi bantuan menyampaikan terima kasih karena untuk kedua kalinya warganya mendapatkan bantuan bahan pokok makanan non tunai secara digital. Pendataan keluarga yang berhak menerima sangat ketat dan detail. Adapun jumlah penerima bantuan di Desa Plumbungan sebanyak 395 Kepala Keluarga (KK).

 

Sedangkan di Provinsi NTB, Sapinah, Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mengatakan kesulitan warga dalam menghadapi pandemi Covid-19 terobati dengan adanya bantuan dari program LPBI NU ini.

 

“Bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga yang jauh dari sorotan media. Kami berharap program ini bisa berlanjut karena saat pendataan warga calon penerima manfaat secara digital, aplikasi dan hasil pendataan bisa digunakan pemerintah desa dalam pemutakhiran data warga desa yang akurat,” ujar Sapinah. 


A Mahrus, Ketua Ranting NU Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Privinsi Bali juga menyatakan dukungannya dengan adanya program ini. Menurutnya, pemasangan poster, banner dan baliho tentang pencegahan penyebaran Covid-19 telah meningkatkan pemahaman warga untuk melindungi diri dan keluarganya dari Covid-19. Bantuan paket bahan pokok makanan pun sudah menyasar kelompok yang berhak menerimanya.

“Terima kasih atas kepeduliannya kepada kami yang terdampak pandemi COVID-19, kondisi ekonomi yang tidak menentu mendapatkan bantuan adalah anugerah bagi kami,” ujar Rusmini, warga Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa Tiimur yang pulang sambil membawa bantuan. 


Pewarta: Kendi Setiawan

​​​​​​​Editor: Alhafiz Kurniawan

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *