Mantap Masuk Islam, PSNU Pagar Nusa Ngetos Bimbing Pemuda Ikrar Dua Kalimat Syahadat

  • Bagikan

Ngetos | OlehKabar.com – Ketua Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PAC PSNU) Pagar Nusa Kecamatan Ngetos – Nganjuk, Gus Abud menuntun seorang pemuda nonmuslim, Doni Kusworo (17) memeluk agama islam, Sabtu (13/2) di  Masjid Al Huda Desa Blongko – Ngetos.

“Alhamdulillah,” ucap Gus Abud usai menuntun pemuda tersebut membaca dua kalimat syahadat.

Pada kesempatan itu, Gus Abud menerangkan bahwa islam adalah agama yang hingga kini terjaga orisinalitas dan keistimewaannya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penghafal Al-Quran yang membuat kitab suci dan ajaran islam tetap utuh dari zaman Rasulullah SAW.

“Selamat dan semoga menjadi muslim yang baik sesuai dengan ajaran islam Ahlussunah wal jamaah yang rahmatan lil alamin,” kata Gus Abud.

Setelah proses pembacaan dua kalimat syahadat selesai, Gus Abud juga memberikan peci yang dipakainya kepada Doni.

“Ini adalah bagian dakwah PSNU Pagar Nusa yang ber-aqidah ala Ahlusunnah wal jamaah yang hidup di tengah-tengah masyarakat kehidupan negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Pancasila,” imbuhnya.

Sementara Doni mengatakan bahwa dirinya sering berkunjung melihat teman-teman Pagar Nusa Ngetos berlatih silat. Seiring berjalan waktu, ia mengenal Ketua PSNU Pagar Nusa Ngetos Gus Abud. Dari perkenalan itu, ia sering membicarakan tentang ajaran Islam dan Indonesia bersama Gus Abud dan yang lainnya.

“Saya sering melihat teman-teman berlatih Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa yang disitu juga diajari tentang mengamalkan ajaran-ajaran islam dan saya merasakan kenyamanan dan kedamaian,” ungkap Doni.

Sementara pilihannya menjadi muslim melalui PSNU Pagar Nusa Ngetos, kata dia, karena melihat kerukunan antar santri PSNU Pagar Nusa Ngetos sangat  menyejukkan dalam bermasyarakat sehingga membuatnya tak ragu untuk mengucap syahadat sebagai pintu gerbang masuk ke agama islam dan mempelajari serta mengamalkan ajaran islam Ahlussunah wal jamaah.

“Dari lingkungan sekitar, seperti keluarga saya yang muslim juga banyak. Selain itu karena PSNU Pagar Nusa menurut saya adalah cermin islam yang rahmatan lil alamin, cinta damai, kasih terhadap makhluk lainnya serta bisa melebur dengan budaya-budaya lokal sehingga tidak bergesekan dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang sudah turun temurun, seperti berziarah,” tegasnya dengan mantap.

Saat pemuda 17 tahun ini mengucap syahadat, kedua orangtuanya mengahadiri dan menyaksikan langsung. Bahkan mereka memberi dukungan yang luar biasa dengan mendoakan agar anaknya dapat bermaanfaat bagi nusa dan bangsa kelak.

Pewarta: Kang Asmaul / Mongol
Editor: Hafidz Yusuf

Digiqole ad Digiqole ad

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *