Luhut: Rehabilitasi 620.000 hektare mangrove terbesar sepanjang zaman

  • Bagikan

rehabilitasi mangrove harus dilakukan secara inklusif

Jakarta (OLEHKABAR) – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengemukakan program rehabilitasi 620.000 hektare ekosistem mangrove terdegradasi di Indonesia sebagai yang terbesar sepanjang zaman.

“Kita ada 3,31 juta hektare (lahan mangrove), target kita empat tahun ke depan ini sekitar 620.000 hektare, di antaranya ada yang kritis. Tahun ini kita lakukan 150.000 hektare,” katanya dalam acara Kick Off Penanaman Mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten, Rabu siang.

Menurut Luhut Indonesia sedang terkenal di dunia karena selama empat tahun terakhir dianggap berhasil dalam penanganan deforestasi.

“Saya bicara ‘zoom call’ dengan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang sekarang menangani masalah lingkungan hidup, yakni John Kerry, Indonesia diumumkan yang paling berhasil di seluruh dunia dalam penanganan deforestasi,” katanya.

Luhut mengatakan program rehabilitasi 620.000 hektare ekosistem mangrove terdegradasi di Indonesia juga turut diamati dunia, di antaranya Bank Dunia yang membantu pendanaan program tersebut senilai 400 juta dolar AS. “Walaupun kita tidak pernah minta, tapi mereka alokasikan untuk ini,” katanya.

Pemerintah menyadari bahwa kontribusi mangrove terhadap terhadap karbon empat kali lebih besar dari kontribusi hutan.

Pada akhir 2020, Presiden Joko Widodo telah menetapkan 620.000 hektare ekosistem mangrove terdegradasi akan dilakukan rehabilitasi secara terpadu.

Upaya rehabilitasi ini, menurut Luhut merupakan program rehabilitasi secara terintegrasi dari kementerian teknis seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), dan Kemendes PDTT melalui koordinasi Kemenko Marves.

Menandai kesiapan di lapangan untuk pelaksanaan rehabilitasi mangrove tahun 2021, dilakukan Kick Off Penanaman Mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang, Banten.

Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri KKP, Kepala BRGM dan Dirut Perhutani dan Bupati Tangerang.

Lokasi penanaman berada di wilayah Perum Perhutani, tepatnya di wilayah KPH Banten, BKPH Serang, RPH Tangerang. Areal seluas lebih kurang 35 hektare ini dikelola bersama kelompok binaan Perhutani, Lembaga Masyatakat Desa Hutan (LMDH) Tanjung Tapas Jaya.

Baca juga: Luhut targetkan 150.000 ha lahan mangrove direhabilitasi pada 2021

Baca juga: Ditawari bantuan Bank Dunia, Luhut minta bantu rehabilitasi mangrove

Kepala BRGM, Hartono menyampaikan kesiapan lembaga yang dipimpinnya untuk melaksanakan tugas percepatan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.

Tugas rehabilitasi mangrove dilakukan di sembilan provinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua dan Papua Barat.

“Kami menyadari bahwa rehabilitasi mangrove harus dilakukan secara inklusif. Melibatkan semua fihak. Dalam dua bulan ini, koordinasi intensif dilakukan BRGM dengan KLHK, KKP, Kemendes dan Kemenko Marves guna penyiapan pelaksanaan rehabilitasi mangrove. Secara paralel kami juga telah membangun komunikasi dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat, perusahaan dan lembaga-lembaga donor, disamping persiapan teknis dan kelembagaan,” demikian disampaikan Hartono.

Rehabilitasi mangrove sendiri telah dilakukan Kementerian LHK dan Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak beberapa tahun lalu. Pembinaan terhadap pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan oleh masyarakat dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK.

Pendekatan pemberdayaan masyarakat menjadi inti dari kegiatan ini. Usaha ekonomi mikro dan kecil termasuk pengembangan ekowisata akan digalakkan di lokasi-lokasi kegiatan rehabilitasi.

Baca juga: Luhut tegaskan program rehabilitasi mangrove terukur dan terintegrasi

Baca juga: Indonesia-UEA segera mulai rencana kerja sama rehabilitasi mangrove

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © OLEHKABAR 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *