LAZISNU Kulonprogo Giatkan Sedekah Jumat dengan Bubur Ayam

  • Bagikan

Kulonprogo, NU Online

Sedekah Jumat sebagai sebuah gerakan banyak diakomodir masyarakat terus digencarkan, salah satunya oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun berbeda dari umumnya yang berupa nasi bungkus atau nasi kotak yang dibagikan bagi pedagang pasar tradisional, ojek online, dan sebagainya.

 

Ketua LAZISNU Kulonprogo Alfanuha Yushida mengatakan, pihaknya sengaja membuat gerakan sedekah Jumat berupa pembagian bubur ayam 50 porsi bagi warga yang melintas di depan gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kulonprogo, utamanya para aktivis NU yang biasa datang pagi.

 

“Kegiatan ini sebagai edukasi sedekah pada masyarakat umum tentang keutamaan sedekah di hari Jumat,” kata Alfan, sapaan akrab Alfanuha Yushida kepada NU Online, Jumat (26/2).

 

Selain itu, dengan gerakan tersebut masyarakat umum bisa lebih mengenal dan akrab dengan organisasi berlambang bola dunia dan tali jagat dengan bintang sembilan yang didirikam oleh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926. 

 

“Harapan kami tentu bisa mendekatkan NU kepada masyarakat secara personal dan kelembagaan,” ujarnya.

 

Direktur Program LAZISNU Kulonprogo Wahyu Widodo kepada NU Online, Sabtu (27/2) menerangkan, pembagian sedekah Jumat berupa 50 porsi bubur ayam tersebut ditargetkan berlangsung dalam waktu dua jam, yakni 06.00-08.00 WIB.

 

“Itu program sedekah 50 porsi bubur ayam diadakan setiap Jumat pagi di halaman gedung PCNU. Program ini dibuka untuk umum, siapa saja boleh mampir makan gratis dan siapa saja boleh ikut sedekah berdonasi melalui LAZISNU Kulonprogo,” katanya.

 

Dijadwal maksimal jam 08.00 WIB tutup karena ada beberapa warung makan di area PCNU Kulonprogo yang buka pada jam tersebut. Praktiknya dalam dua pekan ini target 50 porsi habis, tapi untuk tahap pertama melebihi waktu yang ditentukan. “Harusnya cuma sampai jam delapan karena baru pertama kali, jam setengah sembilan baru habis,” ungkapnya.

 

Lebih jauh dijelaskan, bubur ayam dipesan dari usaha salah satu usaha jamaah dari jaringan Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Tawangsari Pengasih. “Jadi dimaksudkan untuk pemberdayaan ekonomi warga NU juga,” urainya.

 

Terkait jumlahnya yang terbatas 50 porsi, Widodo mengatakan hal itu melihat kemampuan saat ini dan menanti respons donatur maupun masyarakat. “Kita sediakan 50 porsi itu mengukur kemampuan sementara. Jika pendanaan memungkinkan, jumlah donatur meningkat untuk program ini maka bisa ditambah,” bebernya.

 

Meski begitu, hingga saat ini pihaknya belum memdapat laporan dari para amil (panitia) tentang respons donatur. “Kita doakan saja semoga dari gerakan ini bisa muncul gerakan lain. Jadi bisa melengkapi hal-hal yang dirasa kurang dalam program ini,” pungkasnya.

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Abdul Muiz

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *