Kementan gandeng swasta-universitas dongkrak produksi susu sapi

  • Bagikan

Ruang lingkup nota kesepakatan ini meliputi pengembangan komoditas peternakan…

Jakarta (OLEHKABAR) – Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan peningkatan produksi susu sapi segar dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, swasta, dan perguruan tinggi guna memenuhi kebutuhan konsumsi susu masyarakat Indonesia yang selama ini lebih dikontribusikan oleh produk impor.

Dalam siaran pers Kementan yang diterima di Jakarta, Senin, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dan PT Sumber Citarasa Alam (PT Cimory Group) serta Kesepakatan Bersama antara Pemda Gowa dan Universitas Hasanudin dalam rangka pengembangan komoditas peternakan di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program super prioritas peternakan.

“Ruang lingkup nota kesepakatan ini meliputi, pengembangan komoditas peternakan, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitasi peningkatan kapasitas dan pendampingan sumber daya manusia, serta kebutuhan lainnya yang disepakati,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah.

Baca juga: Kementan: Konsumsi susu perlu ditingkatkan

MoU  bertujuan untuk menciptakan sinergitas yang baik antara semua pihak dalam mendukung pemenuhan protein hewani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, guna mempercepat pengembangan komoditas peternakan dan hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan atau peternak.

Data Kementan menyebutkan jumlah populasi sapi perah secara nasional relatif stagnan yaitu sekitar 0,5 juta ekor dengan produksi susu segar dalam negeri di kisaran 0,9 juta ton. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2019 masih berkisar 16,27 kg per kapita/tahun.

Kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produk susu nasional belum sampai 1 juta ton per tahunnya, sehingga kontribusi susu dalam negeri terhadap kebutuhan susu nasional baru sekitar 22 persen dan sisanya harus mengimpor untuk memenuhi permintaan susu nasional.

Baca juga: Koperasi peternak mampu jaga produktivitas susu selama pandemi

Untuk itu dengan masuknya investasi pengolahan produk susu sapi perah oleh PT Cimory dinilai sebagai langkah awal adanya kepastian pasar dari produk susu di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa.

Selain jaminan pasar bagi para peternak sapi perah, penerapan teknologi dalam penanganan produk susu diharapkan akan memberikan nilai tambah yang merupakan sumber gizi dari masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Saya harap ini bisa menjadi momentum agar bersama-sama meningkatkan produksi, peningkatan daya saing peternakan, dan inovasi menuju pengembangan agribisnis peternakan rakyat sekaligus pengembangan investasi usaha peternakan,” papar Nasrullah.

Baca juga: Dosen UMM buat permen khusus untuk tingkatkan kualitas susu sapi perah

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © OLEHKABAR 2021

  • Bagikan
Exit mobile version