Kabar Baik Dunia, 1 Dosis Vaksin Ini Manjur Cegah Corona

  • Bagikan

Jakarta, Oleh Kabar – Analisis terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menyatakan satu dosis vaksin virus corona buatan Johnson & Johnson (J&J) rupanya dapat memberikan perlindungan yang kuat dari paparan gejala parah serta kematian akibat Covid-19.

Dilansir dari The New York Times, laporan analisis yang muncul pada Rabu (24/2/2021) tersebut menuliskan vaksin J&J memiliki tingkat kemanjuran keseluruhan 72% di Amerika Serikat dan 64% di Afrika Selatan. Kemanjuran di Afrika Selatan tujuh poin lebih tinggi dari data sebelumnya yang dirilis oleh perusahaan.


Vaksin tersebut juga menunjukkan kemanjuran 86% melawan gejala parah Covid-19 di Amerika Serikat, dan 82% melawan gejala parah di Afrika Selatan. Ini artinya orang yang divaksinasi memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal.

Sementara vaksin Novavax hanya memiliki kemanjuran 49% di Afrika Selatan, dan percobaan vaksin AstraZeneca-Oxford di Afrika Selatan menemukan bahwa vaksin itu tidak menawarkan banyak perlindungan sama sekali.

Sementara vaksin J&J memiliki tingkat kemanjuran yang lebih rendah daripada vaksin dari Moderna dan Pfizer-BioNTech, yang keduanya mencapai tingkat kemanjuran sekitar 95%.

Selain tingkat perlindungan yang baik, vaksin buatan J&J juga dapat disimpan pada suhu lemari es normal setidaknya selama tiga bulan. Ini membuat distribusinya jauh lebih mudah daripada vaksin resmi yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer-BioNTech, yang memerlukan dua dosis dan harus disimpan pada suhu yang sangat dingin.

Dokumen yang mencakup analisis teknis pertama FDA atas 45.000 orang uji klinis perusahaan J&J menyajikan bukti bahwa vaksin itu aman, dengan efek samping yang lebih ringan daripada vaksin Pfizer dan Moderna dan tanpa laporan reaksi alergi yang parah, seperti anafilaksis.

Perlindungan vaksin ini konsisten di antara relawan kulit hitam, Hispanik, dan kulit putih, dan juga di berbagai usia. Uji coba tersebut menunjukkan efektivitas yang lebih rendah, 42,3%, untuk orang di atas 60 tahun yang memiliki faktor risiko seperti penyakit jantung atau diabetes. Tetapi angka ini datang dengan sejumlah besar ketidakpastian statistik, menurut FDA.

Tetapi akses ke vaksin J&J baru bisa sangat dibatasi karena kurangnya stok. Richard Nettles, wakil presiden urusan medis AS di Janssen Pharmaceuticals, bagian pengembangan obat Johnson & Johnson, mengatakan kepada anggota parlemen AS pada Selasa (23/2/2021) bahwa hanya ada 4 juta dosis yang siap dikirim, dari total 12 juta dosis yang dijanjikan pada akhir Februari.

Nettles mengatakan total 20 juta dosis akan siap pada akhir Maret. Perusahaan memiliki kontrak untuk mengirimkan 100 juta dosis pada akhir Juni.

[Gambas:Video OlehKabar.com]

(sef/sef)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *