Jalan Berliku Pembangunan Kantor NU Mimika Papua

  • Bagikan

Mimika, NU Online

Setiap orang berharap bisa memiliki rumah sendiri untuk tempat tinggal bersama keluarga. Proses untuk bisa ke arah sana tentu bervariasi. Jika anak orang kaya tentu saja mudah, namun jika dari keluarga kebanyakan, tentu semua dilakukan dengan usaha sendiri tanpa bantuan pihak lain.

 

Hal demikian itu juga yang terjadi pada organisasi seperti Nahdlatul Ulama. Bahwa sudah seharusnya memiliki gedung dalam menampung beragam aktivitas. Namun pada saat yang bersamaan, jamiyah ini harus mandiri agar bisa mempunyai kantor harapan. 

 

Permasalahan semakin pelik kalau melihat kondisi NU di luar Jawa. Lantaran kalangan yang memiliki perhatian terhadap hal tersebut tidaklah banyak. Kondisi tersebut setidaknya dirasakan Nahdliyin di Kabupaten Mimika, Papua.

 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mimika mulai terbentuk tahun 1990 dan hingga saat ini belum mampu memiliki kantor sendiri. 

 

“Kesadaran untuk mempunyai kantor sendiri itu mulai ada sejak periode kepengurusan PCNU yang lalu. Saat itu saya ditunjuk menjadi panitia pengadaan tanah,” kata Ustadz Sugiarso, Ahad (28/2). 

 

Disampaikan, panitia ini mulai bekerja sejak pertengahan 2016 hingga masa peralihan kepada plt Ketua PCNU Mimika. Dan dirinya mengakui lika-liku perjalanan untuk mempunyai kantor itu sangat terjal. 

 

“Awalnya ada rencana mencari tanah untuk membangun universitas NU dan perkantoran NU. Bahkan tahun 2016 sempat kami berkunjung ke Universitas NU Surabaya untuk menjajagi kerja sama,” terang Wakil Ketua PCNU Mimika ini.

 

Berhubung belum mampu mencari tanah yang luas untuk universitas, maka panitia saat itu fokus ke mencari tanah untuk kantor. “Setelah mencoba empat lokasi gagal, akhirnya mendapatkan hibah ranah dari Imam Mawardi, ” kisahnya. 

 

Kegagalan itu lanjutnya, karena banyak faktor, mulai karena keuangan, status tanah, lokasi, dan masalah konflik kepentingan. 

 

Pada akhirnya peletakan batu pertama pembangunan kantor PCNU telah dilaksanakan pada 31 Januari lalu sekaligus peringatan hari lahir NU. Sejak saat itu proses persiapan lokasi terus dilakukan hingga pertengahan bulan.

 

Pada rapat yang dilaksanakan Ahad (21/2) di lokasi pembangunan yakni jalan Patimura Timika yang dihadiri pengurus dan panitia pembangunan yang lama dan baru. 

 

“Alhamdulillah kita sudah memulai membangun hibah tadi. Kami berharap semua  unsur warga NU terlibat dan merasa memiliki kantor ini. Kita berusaha dari oleh dan untuk Nahdliyin,” terang Iswahab yang saat ini menjadi bendahara panitia pembangunan.

 

H Totok Suharto mengemukakan bahwa selama pembangunan berjalan, tidak boleh uang sepersen pun tanpa kuitansi dan tidak boleh dipakai untuk lainnya. 

 

“Saya sudah carikan konsultan agar bangunan ini bukan kaleng-kaleng. Alhamdulillah konsultannya gratis,” terang ketua panitia pembangunan tersebut. 

 

Ketua PCNU Imam Mawardi, yang juga telah menghibahkan tanahnya bertekad untuk melakukan sosialisasi pembangunan. “Pada setiap kesempatan selalu saya sampaikan program ini supaya semua terlibat baik pengurus NU dan Nahdliyyin,” terangnya.

 

Guna mendukung kelancaran pembangunan, pada hari Sabtu (27/2) malam bersamaan dengan kegiatan istighotsah dan Isra’ Mi’raj di Mushala Baiturahman di Jl Serui Mekar Distrik Mimika Baru telah diserahkan dana yang berhasil dikumpulkan oleh panitia lama kepada panitia baru. 

 

“Hari ini di hadapan jamaah istighotsah saya serahkan dana senilai Rp25.638.000,- dari panitia lama kepada panitia baru untuk pembangunan kantor,” kata ketua panitia lama, Ustadz Sugiarso kepada H Totok Suharto didampingi bendahara panitia baru, Iswahab. 

 

Disampaikan bahwa sebagian besar dana terkumpul hasil donasi warga Tembagapura yang saat itu dikoordinir oleh Ustadz Hasyim. Karenanya diharapkan panitia baru rutin update perkembangan pembangunan di grup istighotsah yang anggotanya juga warga Tembagapura.Ustadz Sugiarso berharap update itu akan membangun komunikasi dan kepedulian jamaah istighotsah. 

 

Selesai acara serah terima dana, dilanjutkan dengan suguhan shalawat dari Ahbabul Musthofa Mimika (AMM) yang merupakan wadah grup hadrah para remaja masjid dan santri Mimika. Kegiatan diakhiri foto bersama dan makan dengan menu spesial ikan bakar sambal dabu-dabu.

 

Pewarta: Ibnu Nawawi

Editor: Abdul Muiz

  • Bagikan
Exit mobile version