Harlah Ke-98 NU di Masjid Istiqlal Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

  • Bagikan

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-98 NU di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 16 Rajab 1442 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu (27/2) malam ini. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.


“Kita tetap mengacu protokol kesehatan yang ketat. Dari awal kita sudah ada cek suhu sejak di pintu masuk Istiqlal. Kemudian di pintu gerbang kita sudah siapkan face shield dan masker. Kemudian jaga jarak kita sudah atur para peserta, jaraknya minimal 1,5 meter,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-98 NU KH Bukhori Muslim, kepada NU Online melalui sambungan telepon, pada Sabtu (27/2) siang.


“Kemudian di panggung kita batasi hanya 10 dan itupun tidak duduk bersila, tapi kita siapkan kursi-kursi. Jadi para masyayikh akan duduk di kursi panggung depan. Insyaallah kita sudah menyiapkan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat,” lanjut Kiai Bukhori.


Sekretaris Lembaga Dakwah (LD) PBNU ini juga menjelaskan bahwa hari ini maksimal pukul 16.00 WIB terdapat fasilitas vaksin gratis untuk para tokoh agama di lingkungan NU. Proses vaksinasi dilakukan di lantai satu Masjid Istiqlal. 


“Ya, vaksin untuk tokoh agama. Tadi pagi beberapa kiai sudah, seperti Kiai Masdar Farid Mas’udi (Rais Syuriyah PBNU).  Saya kemarin juga sudah divaksin. Jadi insyaallah prokes tetap kita jaga dengan masuk juga ketat. Misalnya dari cek suhu. Tetapi kita memang belum mewajibkan untuk swab tes,” jelasnya.


Karena sebenarnya, jelas Kiai Bukhori, para peserta yang akan menghadiri peringatan Harlah ke-98 NU itu sudah sangat diatur. Di antaranya pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebanyak 100 orang, sehingga akan lebih mudah ditertibkan. 


“Jamaah itu mungkin hanya dari beberapa pengurus PBNU dan para pimpinan badan otonom serta lembaga di bawah PBNU. Kita targetnya maksimal hanya 200 peserta. Jadi di ruang Istiqlal yang sangat besar itu kita tidak boleh lebih dari 200. Memang kita batasi segitu,” ucap Kiai Bukhori.


Padahal, ia menyatakan bahwa banyak orang yang ingin hadir langsung di Masjid Istiqlal. Namun panitia tidak berani untuk mengambil risiko yang lebih bahaya. Karena itu, panitia juga sudah memberikan fasilitas virtual seperti melalui aplikasi zoom yang sebenarnya pun dibatasi.


“Di zoom juga kita batasi, tapi siaran langsung ada di youtube. Atau kita arahkan ke TVRI yang akan live pukul 20.00 sampai 21.00 WIB,” ungkap Kiai Bukhori. 


Ia kemudian merincikan beberapa orang yang akan mengisi kursi di panggung utama acara. Di antaranya adalah dirinya sendiri sebagai Sekretaris LD PBNU. Kemudian akan ada Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua LD PBNU KH Agus Salim, dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar sebagai tuan rumah. 


“Kita sudah siapkan kursi juga untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Jadi maksimal hanya ada 10 kursi. Tidak lebih dari itu. Sedangkan Presiden Jokowi akan hadir secara virtual. Sudah dipastikan kemarin bahwa presiden dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin juga akan mengucapkan selamat tapi melalui virtual,” pungkasnya.

Rangkaian acara puncak Harlah ke-98 NU


Harlah NU yang bertema Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan ini dimulai dengan pembacaan qasidah dan maulid Nabi Muhammad. Kemudian acara Tahlil Muassis dan Doa untuk Keselamatan Bangsa akan dibuka tepat pukul 20.00 WIB.


Kemudian Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Misbahul Munir bakal memimpin pembacaan tahlil akbar. Usai itu, akan ada sambutan-sambutan yang disampaikan Ketua LD PBNU KH Agus Salim dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Sementara itu, pada pukul 20.20, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar akan menyampaikan Khutbah Iftitah dan akan dilanjutkan dengan arahan yang disampaikan Presiden Jokowi pada pukul 20.25 sampai 20.40 WIB.


Acara inti dari peringatan Harlah ke-98 NU ini adalah penyampaian pidato kebangsaan sekaligus peluncuran TVNU yang akan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Terakhir, acara ditutup dengan doa oleh Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan acara selesai tepat pukul 21.00 WIB.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *