Dua Kejadian Ini Menjadi Penyebab Bitcoin Turun

  • Bagikan

Kemarin malam, Bitcoin turun cukup signifikan, melewati batas bawahnya pada $50.000 bahkan mencapai $46.000.

Dua Kejadian Penyebab Bitcoin Turun

Terdapat dua kejadian yang menyebabkan koreksi ini, dimana kedua kejadian tersebut berasal dari Amerika.

1. Publikasi Data Perekonomian

Kemarin, Amerika juga baru saja mempublikasi beberapa data mengenai perekonomiannya yang terlihat mulai membaik.

Beberapa data tersebut adalah data yang menyangkut sektor ketenagakerjaan yang saat ini menjadi salah satu cerminan masyarakat untuk kondisi perekonomian.

Data yang dipublikasi pertama pada 19.30 WIB adalah data pemotongan tenaga kerja atau pemecatan oleh perusahaan.

Baca juga: Bitcoin dan Musim Pajak, Ini Hubungannya

Tercatat bahwa data tersebut terlihat membaik dari sebelumnya meningkat sekitar 17,4% pada tahun lalu menjadi turun sekitar 39,1% saat ini.

Data ini juga didukung oleh publikasi data pendaftaran diri masyarakat sebagai pengangguran pada pukul 20.30 WIB kemarin.

Data ini terlihat menurun dan menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan mulai membaik akibat tidak bertambahnya pengangguran secara signifikan.

Tercatat bahwa data tersebut tercatat pada 745.000, lebih baik dari prediksi mayoritas pasar yang berekspektasi pada 758.000, jumlah yang lebih buruk.

Bersamaan dengan publikasi data tersebut, harga Bitcoin mulai bergerak turun keluar dari zona apresiasinya yang telah bertahan sejak empat hari yang lalu.

Pergerakan turun tersebut juga dibuat semakin parah dengan adanya pidato dari Jerome Powell seperti yang terjadi pada pukul 00.05 WIB hari ini.

2. Pidato Jerome Powell

Pidato oleh Jerome Powell, Kepala Bank Sentral Amerika atau biasa disebut The Fed, nampaknya mengecewakan investor saham dan Bitcoin.

Hal ini disebabkan pidato tersebut dirasa kurang efektif untuk menenangkan kekhawatiran dari kondisi surat utang dan naiknya nilai Dolar Amerika.

Walau Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral masih menerapkan kebijakan ekspansif, masyarakat masih khawatir terhadap perubahan.

Walau target inflasi masih berada jauh di 2% masyarakat masih khawatir. Namun Powell menyatakan,

“Saat ini data pengangguran walau diproyeksi sudah turun dari 6,3% menjadi 4%, perekonomian masih terlihat membutuhkan dorongan untuk lebih membaik.”

Namun, yang mengecawakan investor adalah Powell tidak memberikan kepastian tentang kondisi surat utang negara yang terus dibeli, sehingga membuat jumlah Dolar Amerika yang beredar terus turun.

Kekhawatiran ini muncul akibat dengan jumlahnya yang menurun, maka nilai Dolar Amerika akan naik sehingga membuat kekhawatiran pada aset berisiko.

Jerome Powell juga tidak memberikan kepastian mengenai rencana pembelian kembali surat utang negara.

Sehingga terdapat asumsi bahwa kebijakan ekspansif akan mulai berkurang bersama perekonomian yang membaik.

Powell hanya menyatakan bahwa bank sentral terus menyesuaikan kondisi perekonomian melalui kebijakan moneter, yang membuat kekhawatiran.

Korelasi Negatif Bitcoin dan Dolar Amerika Berlanjut

Semua hal ini mengkhawatirkan akibat adanya dua hal. Pertama, perpindahan dana ke aset yang lebih aman seperti surat utang negara dari aset berisiko seperti Bitcoin dan saham.

Kedua adalah kelanjutan dari perpindahan dana tersebut yaitu apresiasi Dolar Amerika, mengingat Dolar Amerika dan surat utang negara berkorelasi positif.

Kekhawatiran tersebut muncul pada investor saham dan juga Bitcoin serta crypto secara menyeluruh.

Hal ini disebabkan adanya korelasi negatif yang kuat mengingat klasifikasi kedua aset tersebut yang berbeda dalam segi risiko.

Korelasi negatif ini juga masih terbukti hingga saat ini akibat Bitcoin yang bergerak turun kemarin malam bersama dua kejadian yang sebelumnya dibahas.

Malam ini, kemungkinan pergerakan signifikan juga akan berlanjut akibat masih adanya publikasi data oleh Amerika.

Baca juga: Nilai Bitcoin Naik Lebih Cepat Karena Inflasi

Data tersebut adalah data pengangguran secara pasti yang akan diproyeksikan akan turun dari 6,3% menjadi 4%.

Selain itu, data pendapatan sektor non pertanian juga akan dipublikasi yang umumnya memiliki dampak besar terhadap pergerakan nilai Dolar Amerika.

Semua data ini akan dipublikasi hari ini, 5 Maret 2021 pukul 20.30 WIB yang diprediksi akan memperlihatkan pergerakan signifikan juga pada Bitcoin.

Apa bila kedua data tersebut positif, bersama beberapa data lainnya seperti laporan neraca dagang, kemungkinan Dolar Amerika akan naik dan Bitcoin akan turun.

Potensi Koreksi Bersama Publikasi Data Hari Ini

Jika mengacu pada teori pergerakan harga dan Elliot wave kemungkinan besar jika data positif maka Bitcoin akan turun ke sekitar $40.000 hingga $38.000 dalam skenario terburuk.

Pergerakan Harian BTCUSD

Saat ini harga Bitcoin sudah keluar dari zona apresiasi yang membuat potensi apresiasi dari pola bullish flag hilang.

Selain itu harga juga sudah bergerak di bawah MA Cross bersama Indikator RSI dan MACD yang terlihat mulai bergerak turun.

Kemungkinan jika pola Elliot wave bergerak sesuai teori, jika koreksi mencapai $40.000 kemungkinan harga akan naik kembali.

Hal ini juga didukung oleh koreksi yang besarnya sudah sesuai dengan beberapa koreksi sebelumnya yaitu pada sekitar 20% hingga 30%.

Namun untuk saat ini, batas bawah pada $46.000 hingga $45.000 masih terlihat menahan harga.

Sehingga masih ada kemungkinan jika bertahan dan ditembus di sore hari, tujuan koreksi malam ini, jika terjadi, adalah pada $44.000 hingga $42.000.

Semuanya kemungkinan besar akan ditentukan pada pukul 20.30 WIB malam ini yang dampaknya akan terus bergerak hingga akhir pekan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *