Dewan Pakar LP Ma’arif NU Jateng Raih Gelar Doktor di UNNES

  • Bagikan

Jakarta, NU Online

Dewan Pakar LP Ma’arif NU Jateng, Hj Amiroh Ambarwati, meraih gelar doktor di Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sebelumnya, ia berhasil mempertahankan disertasinya berjudul ‘Pengembangan Model Manajemen Penjaminan Mutu Pendidikan Berbasis Kinerja Akademik di Madrasah’ dengan yudisium Cumlaude.


Amiroh mengaku bersyukur karena telah menyelesaikan tugas akhir tersebut tepat waktu. Satu hal yang membuatnya gembira antara lain karena pengukuhan doktoralnya dihadiri sang sahabat karib, yakni Ahmad Umar (Direktur Kurikulum, Sarana Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendis Kemenag).


“Kebetulan kami satu visi dan sudah bersahabat cukup lama sebelum beliau menjabat direktur. Beliau juga mengirimkan karangan bunga ucapan selamat ke rumah,” ungkap Amiroh kepada NU Online, Rabu (24/2).


Keesokan harinya, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Semarang (BDK Semarang) ini langsung diundang oleh sahabatnya itu untuk menghadiri acara Direktorat KSKK Madrasah.


“Saya hari ini harus menyiapkan keberangkatan ke Jakarta besok pagi untuk memenuhi undangan Uji Sahih Rancangan Instrumen dan Juknis Evaluasi Diri Madrasah (EDM),” tutur perempuan kelahiran Semarang Jawa Tengah ini.


Sebelumnya, kabar pengukuhan Amiroh sebagai Doktor Bidang Manajemen Kependidikan Pascasarjana UNNES disampaikan Kepala Balai Diklat Keagamaan Semarang H Anshori Abdurrahman.


“Kemarin ada salah seorang Widyaiswara (WI) BDK Semarang yang baru saja menyelesaikan jenjang S3, atas nama Hj Amiroh Ambarwati,” kata H Anshori penuh rasa syukur.

 

Pria yang juga alumnus Pesantren Krapyak Yogyakarta ini mengaku sangat bersyukur dan bangga atas raihan WI Amiroh Ambarwati tersebut. “Selain sebagai WI, Bu Amiroh juga aktivis organisasi. Beliau salah satu pengurus LP Ma’arif NU Jawa Tengah,” ungkapnya.  


Menurut H Anshori, lahirnya doktor di BDK Semarang sangat berkontribusi dalam meningkatkan setidaknya dua hal. Pertama, kualitas mutu kediklatan (pendidikan dan pelatihan), kemanfaatan, serta kemaslahatan bagi seluruh penerima layanan kediklatan di wilayah kerja BDK Semarang.


“Kedua, efek positif kepada WBK WBBM. Ini yang membuat saya semakin yakin bahwa harapan besar itu merupakan keniscayaan,” terang pria asal Purwokerto ini.


Ia menambahkan, saat ini BDK Semarang telah meraih penghargaan dari Kemen PAN-RB sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ia berharap, timnya segera mewujudkan cita-cita bersama menjadi satker berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).


Pewarta: Musthofa Asrori

Editor: Abdul Muiz

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *