Cara Diversifikasi Aset Crypto untuk Manajemen Risiko

  • Bagikan

Saat ini cryptocurrency menjadi aset investasi yang dipertimbangkan diberbagai kalangan, baik individu hingga institusi. 

Dalam berinvestasi kita mengenal pesan bahwa jangan taruh telur dalam keranjang yang sama, yang artinya jangan taruh dana anda hanya dalam satu aset. Lebih baik di bagi ke berbagai aset atau dikenal sebagai disverifikasi aset.

Bagaimana membuat diversifikasi aset crypto untuk meminimalisir kerugian dan membuat anda memiliki cadangan jika ada satu aset yang performanya turun? Simak artikel berikut ini.

Apa itu diversifikasi portofolio kripto?

Diversifikasi portofolio kripto adalah tindakan memasukkan uang  ke dalam proyek crypto yang berbeda untuk mengurangi risiko jika satu atau lebih proyek berkinerja buruk.

Menerapkan strategi diversifikasi juga membantu investor  mewujudkan keuntungan terbaik bahkan ketika beberapa item portofolio dalam kondisi buruk.

Jika anda termasuk golongan  investor skala kecil, anda mungkin lebih baik berinvestasi dalam dua atau tiga koin kripto.

Namun, jika ingin mencoba membuat portofolio yang cukup besar, dua hingga tiga koin tidak akan berhasil.

Sebelum menerapkan strategi diversifikasi, anda  perlu mengidentifikasi pertukaran terbaik yang sesuai dengan kebutuhan.

Pertukaran yang anda  gunakan membentuk keseluruhan pengalaman sebagai investor kripto dan juga berperan dalam keberhasilan investasi kripto.

Engkau bisa mencoba berbagai bursa dan melakukan riset bursa mana saja yang memiliki fitur menarik dan kompeten untuk menyimpan aset, memiliki banyak koin pilihan dengan biaya transaksi yang wajar.

Baca juga: Daftar Platform Jual Beli Bitcoin Legal di Indonesia

Strategi Diversifikasi Aset Crypto

1. Jenis cryptocurrency

Ini adalah strategi diversifikasi yang umum karena pendekatan dasarnya. Idenya di sini adalah memilih berbagai jenis cryptocurrency yang berkinerja baik dan berinvestasi di dalamnya.

Proyek kripto yang berbeda memiliki basis dan teknologi yang berbeda yang mendukungnya. Ini memberi anda opsi untuk memilih yang sesuai dengan tujuan investasi.

Baca juga: 10 Prediksi Cryptocurrency di 2021

Beberapa opsi yang dimiliki adalah koin privasi, altcoin, dan token. Saat menggunakan strategi ini, anda  perlu meneliti berbagai aspek seperti harga cryptocurrency, tren masa lalu, dan potensi masa depan.

2. Diversifkasi industri

Ide untuk diversifikasi industri adalah mengekspos portofolio pengguna ke sebanyak mungkin industri.

Jika industri tertentu mengalami pukulan besar, maka aset lain dapat berperan sebagai cadangan dan setidaknya dana dalam protofolio anda tidak habis seketika.

Misalnya, anda dapat berinvestasi dalam cryptocurrency di industri medis, keuangan, rantai pasokan dan sebagainya.  

3. Jenis Solusi

Selanjutnya,anda  dapat berinvestasi dalam berbagai jenis solusi atau produk. Misalnya,  dapat menyebarkan investasi antara platform blockchain yang baru dikembangkan, protokol baru, dan alat atau layanan baru seperti dompet atau penyedia data.

Dengan berinvestasi di berbagai segmen pasar solusi blockchain, anda melakukan manajemen risiko.

Namun pastikan jika ingi berinvestasi ke pada sebuah proyek blockchain anda membaca lebih dulu whitepaper, mengetahui rencana jangka panjang hingga mengetahui siapa saja orang dibali proyek tersebut.

Baca juga: Minimalisir Kerugian Trading Bitcoin dengan Manajemen Risiko Trading

4. Diversifikasi waktu

Meski terdengar baru, namun diversifikasi waktu sebenarnya sudah ada sejak lama. Ini terbukti dan andal bila dijalankan dengan benar.

Dengan strategi ini, pengguna  harus mengatur waktu pasar dan mendapatkan aset crypto  pada saat yang tepat.

Daripada membeli aset crypto  sekaligus, ada baiknya malah membeli bagian-bagiannya secara berkala.

Engkau dapat memutuskan untuk membeli 10% dari aset crypto yang anda inginkan. Dalam hal ini, anda memerlukan sepuluh bulan untuk menyusun portofolio kripto yang lengkap.

Baca juga: Mau Trading Nyaman dan Tenang? Ikuti Langkah Psikologi Trading Ini

Diversifikasi waktu membantu anda untuk menghindari waktu yang salah. Namun cara ini termasuk melelahkan dan butuh kesabaran, utamanya bagi pemula yang ingin segera untung besar.

Selain itu cukup sulit untuk mengetahui waktu yang tepat untuk beli crypto karena volatilitasnya yang masih cukup besar. 

Agar startegi ini berhasil, anda harus memasang notifikasi mengenai kenaikan atau penurunan harga crypto yang diminati.

4. Diversifikasi Geografis (regional)

Strategi lain adalah memilih untuk berinvestasi dalam proyek kripto dari berbagai belahan dunia.

Bergantung pada preferensi dan toleransi risiko, anda dapat memilih untuk menggabungkan antara proyek blockchain Amerika, Eropa, atau bahkan Asia.

5. Kasus Penggunaan

Banyak investor baru membuat kesalahan dengan membandingkan koin crypto secara langsung. Tidak hanya salah membandingkannya dengan cara ini, tetapi juga menyesatkan.

Koin Crypto diciptakan untuk berbagai kegunaan. Misalnya, Bitcoin dirancang untuk menjadi mata uang virtual sedangkan Ripple dibuat untuk memfasilitasi transfer pembayaran di lembaga keuangan seperti bank.

Ethereum, di sisi lain, memberdayakan protokol DeFi dan merupakan kunci dalam teknologi kontrak pintar.

Berdasarkan ini, anda dapat memutuskan untuk berinvestasi dalam proyek crypto dengan tujuan penggunaan yang berbeda.

Portofolio yang seimbang harus mencakup kasus penggunaan yang berbeda kecuali jika anda memiliki alasan untuk meletakkan semua dana dalam satu keranjang.

Pentingnya Diversifikasi Aset Crypto

Seperti yang diketahui market crypto masih terbilang baru dan belum stabil, melakukan disverifikasi akan membantu anda untuk meminimalisir risiko dari pergerakan harga yang tidak terduga.

Membagi modal ke berbagai aset juga membantu anda untuk mengenal ragam crypto yang tersebar di dunia. Diversifikasi  merupakan  mitigasi risiko yang digunakan oleh banyak investor baik di crypto dan aset tradisional lainnya.

  • Bagikan
Exit mobile version