Binance Smart Chain Bisa Terancam Gara-gara Ini!

  • Bagikan
banner 468x60

Binance Smart Chain (BSC) saat ini menjadi perhatian utama dengan meningkatnya biaya transaksi pada blockchain Ethereum (ETH).

Akibatnya mayoritas crypto dari BSC nampak mengalami apresiasi mengalahkan mayoritas crypto yang berada di blockchain ETH.

Namun, nampaknya kejayaan ini akan mulai terancam dengan rencana proposal EIP-1559 yang terlihat akan direalisasikan di Bulan Juli 2020.

Ethereum Kembali Maju

Apresiasi dari Sektor Decentralized Finance (DeFi) yang mayoritas berada di blockchain Ethereum, nampaknya menjadi penyebab mengapa biayanya meningkat.

Kenaikan dalam permintaan tersebut telah membawa biaya transaksi pada blockchain Ethereum naik mencapai rata-rata $17 atau Rp240.584 per transaksi.

Biaya transaksi tersebut juga sempat memuncak pada $25 atau Rp353.800 per transaksi yang membuat permintaannya lama-kelamaan turun.

Akibatnya mayoritas investor nampak berpindah ke blockchain Binance yang bernama Binance Smart Chain, sehingga mengangkat apresiasi beberapa cyrptonya, terutama BNB.

Namun permasalahan biaya transaksi dalam blockchain Ethereum tidak dibiarkan oleh para pengelolanya akibat munculnya Ethereum Improvement Proposal (EIP) 1559.

Proposal tersebut adalah proposal yang dinanti pada blockchain ETH 2.0 karena dikabarkan akan menormalkan kembali biaya transaksi.

Baca juga: Apa Itu Ethereum 2.0 ? Pahami ETH 2.0 Dalam 3 Menit!

Proposal EIP-1559 mengimplementasikan mekanisme penyesuaian proses “lelang” yang umumnya menentukan biaya transaksi, sehingga pengguna mendapatkan biaya termurah.

Kabar baiknya adalah proposal ini akan segera diimplementasikan dengan London Hard Fork pada Bulan Juli 2021.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ryan Berckmans, Developer Ethereum.

Binance Smart Chain Terancam?

Walau EIP-1559 tidak akan memberikan dampak langsung kepada harga ETH, implementasinya akan memberikan dampak langsung pada persediaannya.

Proposal ini akan menurunkan biaya secara dinamis yang lama-kelamaan akan mengurangi jumlah penerbitan Ethereum baru di pasar saat mekanisme proof-of-stake diimplementasikan.

Berckmans juga menambahkan bahwa akan ada keuntungan untuk pada pelaku lapir kedua (Layer-2),

“Satu keuntungan dari EIP-1559 adalah pengembangan untuk Ethereum dengan adanya Arbitrum dan Optimism untuk keamanan transaksi blockchain, yang merupakan salah satu aspek penting.”

Ia menyatakan bahwa dalam jangka panjang Ethereum dapat mencapai $20.000 akibat pengurangan biaya atau fee burning yang akan mendorong keuntungan untuk investasi jangka panjang.

Pendiri Framework Ventures, Vance Spencer juga menyatakan bahwa dengen turunnya biaya transaksi, dalam ekosistem Ethereum akan terjadi “efek tsunami kemakmuran”.

Kabar baik ini nampaknya dapat menjadi ancaman untuk Binance Smart Chain akibat salah satu alasan utama adalah perbandingan biaya.

Saat ini biaya transaksi pada Binance Smart Chain (BEP-2) lebih murah dibandingkan dengan Ethereum (ERC-20) yang membuat apresiasi ekosistemnya terjadi.

Baca juga: Binance Coin Terus Raih Harga Tertinggi, Ini Penyebabnya

Namun, dengan adanya pembaharuan sistem ini kejayaan tersebut kemungkinan dapat terganggu dan membuat apresiasi beberapa crypto seperti BNB dan lainnya terancam.

Sehingga, investor diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan sistem ini serta melakukan diversifikasi antara crypto pada blockchain BSC dan ETH agar risiko tetap terjaga.

Tetapi dengan adanya pembaharuan ini tidak menutup kemungkinan apresiasi ekosistem BSC tetap akan berlanjut karena baiknya kinerja dan kegunaan ekosistem BSC.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *