5 Tahun Berstatus Tersangka KPK, Kapan RJ Lino Disidang?

  • Bagikan

Jakarta, OlehKabar.com Indonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil membawa mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino) ke kursi pesakitan terdakwa kasus korupsi. Padahal RJ Lino sudah 5 tahun menyandang gelar tersangka.

“Sejauh ini perkara tersebut masih pada proses penyempurnaan pemberkasan oleh tim penyidik KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri seperti dikutip dari detikcom, Jumat (26/2/2021).

Lebih dari 5 tahun lalu, tepatnya Desember 2015, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan tiga unit quay container crane (QCC). Hingga rezim pimpinan KPK berganti, namun penyidikan kasus RJ Lino belum juga masuk ke persidangan.


Kasus dugaan korupsi ini diduga merugikan negara Rp 50,03 miliar berdasarkan laporan audit investigatif BPKP tahun 2010 Nomor: LHAI-244/D6.02/2011 tanggal 18 Maret 2011.

Ali menyebut kasus tersebut masih ditangani oleh penyidik. Dia mengatakan akan segera menyampaikan hasil perkembangannya setelah semua proses selesai.

“Tentu, segera setelah selesai kami akan sampaikan hasil perkembangannya,” ujar Ali.

Sebelumnya, politikus PDIP Dewi Tanjung, terkait dengan campur tangan mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK). Saat dimintai tanggapan ihwal tudingan tersebut, JK menyebut apa yang dicuitkan Dewi sebagai sanjungan semata.

“Banyak orang bilang KPK itu superkuat, tapi ada lagi di atasnya yang superkuat: Jusuf Kalla. Wuih, he-he-he…,” kata JK dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Jumat (26/2/2021).

Jusuf Kalla mengakui termasuk yang merekomendasikan Lino untuk menjabat Dirut Pelindo. Hal itu dilakukan mengingat rekam jejak yang bersangkutan yang punya pengalaman cukup baik dan ahli di bidang pelabuhan. Sejauh ini, JK yakin Lino tidak melakukan tindak pidana korupsi seperti disangkakan KPK.

“KPK tidak mempunyai bukti. Kalau tidak punya bukti, bagaimana bisa dihukum itu orang,” tegas Jusuf Kalla.

JK kembali berkeyakinan bahwa kebijakan yang ditempuh Lino terkait pengadaan tiga QCC itu sama sekali tak merugikan negara. “Apanya merugikan negara, sedangkan itu barang sudah berproduksi dan memang diperlukan,” ujarnya.

Selengkapnya Klik >> Halaman Ini

[Gambas:Video OlehKabar.com]

(dob/dob)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *