Home
You Are Here: Home » bengkayang » Cabuli Anak di Bawah Umur, Maradona Diciduk Polisi

Cabuli Anak di Bawah Umur, Maradona Diciduk Polisi

Bagikan Artikel Ini!




Ilustrasi (indiatvnews.com)

Olehkabar.com, Bengkayang – Maradona, pria 25 tahun ini bukanlah pemain sepak bola Argentina yang jago mencetak gol. Dia hanyalah seseorang yang diduga sebagai pelaku penculikan dan pencabulan terhadap kekasihnya yang masih di bawah umur.

Atas laporan orangtua korban, anggota Satreskrim Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, menangkap Maradona, di dalam mobil travel saat berada di Simpang Darit, Kabupaten Landak, Sabtu (4/3/2017) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Novrial Alberti Kombo menjelaskan, kejadian ini bermula saat pelaku berkenalan dengan korban. Pelaku mendapatkan nomor handphone korban dari teman korban.

“Beberapa hari kemudian, pelaku janjian bertemu korban di Pasar Bengkayang,” ujar Kombo kepada wartawan, Minggu (5/3/2017).

Setelah merasa dekat dengan korban, akhirnya pelaku bermain ke rumah korban dan meminta izin kepada ayah korban untuk menikahi korban. Namun, ayah korban langsung menolak permintaan pelaku, karena korban masih masih sekolah.








“Kalau mau menikahi anak saya, harus menunggu sampai selesai sekolah,” tutur Kombo menirukan ucapan ayah korban.

Setelah tidak mendapat restu pernikahan, Maradona lantas meminta izin untuk membawa korban dengan niat dikenalkan kepada orangtuanya.

Namun ternyata pelaku berbohong, pelaku malah membawa korban ke sebuah rumah kos di Bengkayang dan diinapkan selama satu malam.

Selama di tempat kos harian tersebut, korban dicabuli pelaku. Dan keesokan harinya pelaku memberi uang ke korban dan menyuruh korban pulang ke rumahnya.

Kemudian, pada 11 Februari 2017, korban meminta izin kepada ayahnya untuk menonton perayaan Cap Go Meh di Bengkayang. Tetapi ayah korban tidak mengizinkan, lantaran takut korban bertemu lagi dengan pelaku.

Korban tetap ke Bengkayang dengan cara menumpang temannya. Karena tidak membawa uang, korban kemudian menghubungi pelaku dengan maksud agar pelaku mau mengantarkan korban ke rumahnya.

Pelaku pun kemudian menyuruh temannya untuk menjemput korban. Tetapi bukan untuk diantar ke rumah korban, melainkan ke rumah bibi pelaku di Dusun Serukam, Kecamatan Sungai Betung, Bengkayang.

Pada 12 Februari 2017, pelaku membawa korban tanpa izin dari ayah korban ke Dusun Kruing, Desa Indotani, Kabupaten Ketapang, untuk dipekerjakan di kantin tempat penggalian emas.

“Kasus pencabulan anak di bawah umur ini terungkap saat orang tua korban melaporkan ke Polres Bengkayang, jika anaknya yang berstatus pelajar itu, dibawa lari oleh Maradona. Selain itu, orangtua korban juga menduga jika anak gadisnya itu, telah dicabuli oleh Maradona,” tuturnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Undang-undang Perlindungan anak dengan ancaman kurungan di atas sepuluh tahun penjara.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Mahendra







Incoming search terms:

Bagikan Artikel Ini!

Komentar Via Facebook

© 2017 All rights Reserved Oleh Kabar

LinkedIn Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Scroll to top